|
Secara umum ada dua jenis pengkategorian di bursa karir, yaitu pimpinan dan bawahan (karyawan, staf dan sebagainya). Oleh karena itu, dalam berkarir kita tentukan sejak awal, apa maunya kita. Menjadi seorang bos ataukah cukup hanya sekedar menjadi seorang karyawan biasa.
Jelas perbedaan hirarkis itu berkonsekuensi dalam hal penerimaan kompensasi. Walaupun menjadi karyawan"biasa" bukanlah hal memalukan namun menjadi bawahan sepanjang usia karir, tentulah bukan hal yang membanggakan. Bukankah mayoritas bos besar juga mengawali karir dari level terbawah juga, Bedanya mereka memiliki sikap dan target yang fokus hingga dengan cepat belajar beradaptasi serta membuat langkah-langkah maju. Mereka dengan cepat menjadi bos juga sebab mereka adalah bawahan yang pintar.
Berikut ini adalah beberapa faktor kepemimpinan yang penting yang patut Anda ketahui.
- Keberanian yang tak tergoyahkan. Ini berdasarkan pengetahuan mengenai orang-orang dan pekerjaan seseorang. Tidak ada pengikut yang ingin dikuasai oleh seseorang yang tidak memiliki kepercayaan kepada diri sendiri dan keberanian. Tidak ada pengikut pintar yang akan mau dikuasai oleh pemimpin seperti itu untuk waktu lama.
- Pengendalian pribadi. Orang yang tidak bisa mengendalikan dirinya tidak akan bisa mengendalikan orang lain. Pengendalian diri memberikan teladan yang baik bagi para bawahannya, yang akan ditiru oleh karyawan yang lebih pintar.
- Rasa keadilan yang tajam. Tanpa rasa kejujuran dan keadilan, tidak ada pemimpin yang akan bisa memerintah dan mempertahankan penghargaan dari bawahannya.
- Keputusan yang pasti. Orang yang goyah dalam keputusannya memperlihatkan bahwa dia tidak yakin akan dirinya sendiri dan dipastikan tidak akan memimpin orang lain dengan sukses.
- Rencana yang pasti. Pemimpin yang sukses harus merencanakan pekerjaannya dan mengerjakan rencananya. Seorang pemimpin yang bertindak hanya berdasarkan dugaan tanpa rencana yang praktis dan pasti, bisa dibandingkan dengan sebuah kapal tanpa kemudi. Cepat atau lambat dia pasti akan menabrak karang.
- Kebiasaan melakukan lebih banyak daripada yang dibayar. Salah satu hukuman bagi kepemimpinan adalah perlunya memiliki kemauan sebagai bagian dari peran pemimpin, untuk melakukan lebih banyak daripada yang disyaratkan bagi parang pengikutnya.
- Kepribadian yang menyenangkan. Tidak ada orang yang lamban dan bersikap masa bodoh akan bisa menjadi pemimpin yang sukses. Kepemimpinan memerlukan penghargaan. Pengikut tidak akan menghargai seorang pemimpin yang tidak punya integritas tinggi dalam faktor-faktor yang berkaitan dengan kepribadian yang menyenangkan.
- Simpati dan pengertian. Pemimpin yang sukses harus bersimpati dengan para pengikutnya. Lebih-lebih dia harus memahami mereka beserta masalah mereka.
- Menguasai perincian. Pemimpin yang sukses memerlukan penguasaan atas perincian kedudukannya sebagai pemimpin.
- Kemauan memikul tanggung jawab penuh. Pemimpin yang sukses harus mau memikul tanggung jawab untuk kesalahan dan kekurangan stafnya.Kalau dia mencoba mengalihkan tanggung jawab, dia tidak akan bertahan sebagai pemimpin. Kalau salah seorang bawahannya membuat kesalahan dan memperlihatkan bahwa dirinya tidak cakap, pemimpin harus mempertimbangkan bahwa dia sendirilah yang gagal.
- Kerjasama. Pemimpin yang sukses harus memahami dan menerapkan prinsip upaya kerjasama dan bisa memperngaruhi bawahannya untuk melakukan hal yang sama. Kepemimpinan memerlukan kekuasaan sedang kekuasan memerlukan kerjasama.
Sumber: M. Mufti Mubarok
|