| Berawal dari Mimpi dan Berani |
|
|
|
| Friday, 20 May 2011 07:02 |
|
Seringkali istilah pengusaha belum dianggap sebagai suatu pekerjaan. Bahkan, masyarakat kita banyak yang lebih menghargai pegawai kantoran yang nampak bekerja dari pagi hingga petang. Tapi bila melihat pengusaha, apalagi yang masih kecil, malah dipandang sebelah mata. Padahal lewat bisnislah, orang bisa memperoleh keuntungan yang berkali lipat bila dibanding hanya sebagai seorang pegawai kantoran. Dan enaknya lagi, bisnis itu dapat dimulai dari rumah. Sekarang ini sudah banyak bisnis rumahan yang sudah menjadi besar bila dikelola secara profesional. Ya, itulah kuncinya, harus dapat mengelolanya secara profesional. Karena banyak bisnis yang gagal, karena pengelolanya sendiri tidak dapat mengelola bisnisnya secara benar dan profesional. Suatu bisnis bisa tercipta karena adanya peluang. Yang harus Anda tahu, peluang itu ada di mana-mana. Coba perhatikan disekeliling Anda. Buka mata, telinga dan intuisi Anda dengan baik. Anda akan menemukan banyak ide usaha. Asalkan Anda kreatif dan membuat sesuatu yang disukai pasar maka peluang untuk berhasil akan lebih terbuka. Bila Anda mengekor bisnis yang sudah dibuka oleh orang lain pun, juga tidak ada salahnya. Tapi, Anda tetap harus memperhatikan apa kebutuhan pasar terhadap sebuah produk. Kekosongan yang tidak tersedia, dapat Anda isi. Itu bisa jadi adalah peluang Anda. Jadi, jangan sia-siakan! Berawal dari mimpiAda sebuah pepatah yang mengatakan "Bermimpilah besar dan terus bermimpi besar". Karena semua yang kita nikmati saat ini bisa jadi berasal dari mimpi yang dianggap tidak mungkin oleh orang lain. Banyak pengusaha-pengusaha besar yang berhasil mewujudkan mimpinya yang buat sebagian orang dianggap tidak mungkin bakal terjadi. Salah satu contoh, Sosrodjojo yang dulu ditertawakan orang karena dinilai bermimpi menjual teh dalam kemasan botol. Tapi kini siapa yang tidak mengenal produk teh botol sosro. Semua orang di seluruh pelosok nusantara pun pasti mengenalnya. Sedangkan di Amerika ada Bill Gates yang meninggalkan bangku kuliah bisnisnya di Harvard, sebuah sekolah elit di Amerika, dan serius menekuni microsoftnya. Dia bermimpi kelak di seluruh dunia akan ada komputer pribadi (PC) di setiap rumah. Impian itu menjadi slogan yang dkenal luas dengan "computer on every desk and in every home". Mimpinya menjadi kenyataan. Dari sekelumit kisah pengusaha-pengusaha sukses ini, dapat kita ambil kesimpulan, bahwa jika kita telah berani bermimpi, sebenarnya mimpi itu bisa kita wujudkan dengan bekerja keras dan kesungguhan. Jangan takut bermimpi, walaupun Anda membuka usaha skala kecil di rumah. Berani adalah modalJika Anda sudah memiliki mimpi dan ide yang baik, maka tibalah saatnya untuk memulainya. Beranikan diri untuk mencoba. Karena berani adalah modal seseorang untuk bisa menjadi enterpreneur. Mencoba ide atau gagasan secara langsung adalah tantangan yang menyenangkan. Banyak ilmu didapat dibanding sekedar membaca teorinya saja. Andaikan modal adalah alasan terbesar Anda, maka ketahuilah banyak pengusaha sukses yang memulai usaha dari nol. Ada yang berjualan batik titipan orang, keuntungannya dijadikan modal usaha seperti Dyah Suminar, pengusaha wanita asal Yogya. Ada pula Purdi Chandra, pemilik bimbingan Belajar Primagama, yang memulai usaha hanya dengan 300 ribu hasil melego sepeda motornya. Dan masih banyak lagi contoh yang lain. Jadi, modal bukanlah permasalahan paling besar yang harus dihadapi oleh pebisnis pemula. Selain itu, agar dapat meraih keberhasilan dalam berbisnis, maka diperlukan keseriusan dan kesungguhan. Hal ini mutlak diperlukan oleh semua pebisnis. Kerja keras memang diperlukan, tapi jangan sampai tidak efektif dan tidak efisien. Work hard and work smart adalah motto para enterpreuner. Jangan malas dan merasa cepat puas atas hasil yang didapat. Hal penting lainnya yang wajib diperhatikan adalah daya inovasi yang tinggi terhadap layanan produk dan jasa. Karena itu seorang pebisnis harus pandai mengikuti perkembangan pasar dan melihat perilaku pesaing. Pebisnis harus menyadari bahwa produk yang ditawarkan sangat banyak, tapi apa yang membuat si calon konsumen beralih menggunakan produk dan jasanya. Di sinilah pebisnis harus cerdik melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Dan bagi pebisnis pemula sebaiknya tidak terlalu cepat mengharapkan hasil. Kesabaran itu diperlukan untuk beradaptasi dengan usaha yang mulai dirintis. Kadang kegagalan perlu dirasakan oleh pebisnis karena lewat kegagalan tersebut, pengusaha akan mencoba untuk menghindari kesalahan yang sama. Jika kita sudah berani mencoba, maka kita harus berani gagal atau berani sukses. Intinya, seberapa keras kita berusaha itulah harga yang akan kita dapatkan. Tidak ada kamus gagal bagi yang berjiwa enterpreuner. Yang ada adalah seberapa cepat Anda bangkit dari kegagalan itu. Jadi, sudah siapkah Anda berbisnis?
|
| Last Updated on Friday, 20 May 2011 08:10 |
Pembayaran

Bank Mandiri
142-00-0482001-4
a/n Tubiyono QQ
Dinamika Unair.





