| Bila Kegagalan Selalu Datang |
|
|
|
| Thursday, 09 June 2011 02:56 |
|
Berbagai usaha telah dikerahkan, tetapi mengapa seakan-akan keberhasilan masih jauh di depan mata, dan bisnis kita tidak lepas dari kegagalan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Sudah dipastikan ketika usaha kita gagal lagi dan lagi, akan timbul kelelahan dan kekecewaan yang sangat berat. Tapi hal itu jangan sampai mematikan energi kreatifitas kita. Yang terpenting adalah tetap semangat dan jangan lupa untuk terus berusaha menyempurnakan produk yang sudah ada, atau cobalah untuk menghasilkan produk yang baru atau usaha yang baru yang mungkin belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya di bidang tersebut. Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segala keterampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba baru itu. Mungkin kita dapat mengambil pelajaran dari negara Jepang. Bagaimana orang-orang Jepang bisa bangkit kembali dari kehancuran PD II dan kini menjadi pengusaha ekonomi yang unggul. Sebenarnya orang Jepang tidak menciptakan mobil, kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system pengkat audio yang berkualitas tinggi. Yang mereka lakukan "hanyalah" meniru. Tapi peniruan ala Jepang ini sarat pesan penting bagi calon entrepreneur. Di sana ada proses penyempurnaan tanpa kenal lelah, sampai akhirnya "tiruannya" lebih baik dari aslinya. Mereka menggunakan "kreativitas" untuk menyempurnakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang telah meraih kesuksesan. Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa mendatang. Jangan menggantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Janganlah menggantungkan pada satu bidang saja. Dan yang ini patut Anda camkan, bahwa ORANG LAIN BISA SUKSES, ANDA PUN PASTI BISA! Jadi berusahalah! Sumber: Valentino Dinsi, SE,MM,MBA & M. Hariyanto, Iqbal Setyarso
|
| Last Updated on Friday, 01 July 2011 06:20 |
Pembayaran

Bank Mandiri
142-00-0482001-4
a/n Tubiyono QQ
Dinamika Unair.





