| Hal-hal Yang Luput Dari Perhatian Di Awal Bisnis |
|
|
|
| Friday, 03 June 2011 06:48 |
|
Menjadi bos untuk diri sendiri ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak yang harus dikerjakan untuk memulai usaha dan membuatnya sukses. Sebelum memulai bisnis, Anda mungkin sudah memikirkan semua sisi positif dan sisi negatifnya. Tapi, kemungkinan ada beberapa hal negatif yang terlewatkan. Berikut ini, hal-hal negatif yang perlu ditinjau kembali berikut solusinya. Pengetahuan di bidang usaha itu kurang memadaiKendati Anda sudah mengetahui atau paham akan komponen tertentu pada industri yang Anda tekuni saat ini, Anda harus mempunyai pengetahuan yang memadai tentang semua aspek mulai dari sales, marketing, akunting, pengantaran, merk, menangani keluhan, hubungan dengan pegawai dan unsur-unsur lainnya. Meskipun Anda sudah membuat perencanaan yang terbaik dan telah melalui riset yang sangat cermat, kemungkinan ada hal-hal yang luput dari teropong Anda. Anda perlu tahu, harus bertanya pada siapa untuk sejumlah banyak pertanyaan. Solusi untuk masalah ini adalah:
Meremehkan kertas kerjaPajak, dokumen pemerintah, mencari hak merek dan hak dagang, mendaftarkan nama perusahaan Anda, asuransi adalah aspek yang harus dipercayakan kepada orang yang profesional. Bicara atau konsultasi dengan pengacara Anda. Selesaikan surat-surat yang berkaitan dengan hukum. Tip yang bisa kami berikan adalah bangunlah network dengan pengusaha-pengusaha sukses lainnya untuk belajar dari mereka. Konflik dengan mitra usahaHubungan persahabatan yang baik bisa menjadi buruk. Ketika usaha untung atau rugi, orang yang berpartner sering tidak setuju dengan masa depan perusahaan. Untuk mencegah hal ini, buat perjanjian shareholders yang tegas. Sejak awal, kendati partner Anda itu saudara kandung, sahabat karib atau suami/istri, rundingkan tentang cara membuat keputusan, pembagian tugas dan penyelesaian konflik. Pastikan mitra kerja atau partner Anda mempunyai tujuan, nilai-nilai dan komitmen yang sama dengan Anda. Adakan rapat secara teratur untuk membicarakan visi perusahaan, termasuk tugas-tugas kecil sehari-hari. Buat segala sesuatu sejelas mungkin di saat hubungan masih baik. Tanggung semua risikoHidup matinya usaha Anda, terletak di tangan Anda. Pada akhirnya, Anda harus mempertanggungjawabkan semuanya. Anda juga harus memastikan, usaha Anda bisa bertahan. Lupakan liburan ke tempat eksotis atau jam kerja dari pukul 9 sampai pukul 5 paling sedikit selama beberapa tahun pertama. Anda harus mengerahkan sejumlah energi, mengeluarkan sejumlah uang untuk membuat usaha Anda sukses. Jangan membuat janji besar dengan klien, investor atau pun diri sendiri. Jika Anda ingin membuka toko roti misalnya, maka fokuslah pada bagaimana membuat roti yang terbaik dalam industri tersebut sebelum memikirkan perluasan. Pertimbangkan membuka usaha paruh waktu dulu tanpa keluar dari pekerjaan Anda. Anda akan punya jaring pengaman. Periksa 3 kali semua keputusan yang Anda buat. Kesalahan dapat mengancam nyawa bisnis Anda dan Anda tidak bisa menyalahkan siapapun lagi. Masalah akan ada terusApakah Anda bisa hidup dalam ketidakpastian, tidak tahu apakah Anda bisa untung di akhir bulan? Bagaimana jika Anda dirampok dan komputer dicuri yang didalamnya terdapat database konsumen dan catatan keuangan Anda? Bagaimana cara Anda mengatasinya? Punya usaha sendiri membuat Anda kemungkinan menghadapi sejumlah banyak masalah. Yang bisa dipastikan hanya ini. Ciptakan rencana cadangan. Pikirkan semua kemungkinan masalah di depan dan semua jalan keluarnya. Bencana alam, pengurangan pegawai pada perusahaan besar dapat menurunkan jumlah pembeli. Belum lagi konflik di antara karyawan. Atau karyawan sakit yang membuat Anda kekurangan tenaga kerja. Buat rencana pendukung. Kenali masalah yang kemungkinan Anda hadapi dan pikirkan solusi untuk meminimalisir risiko. Kemungkinan kehilangan semua uang.Jika Anda menginvestasikan semua uang Anda, ada kemungkinan semua uang Anda hilang jika Anda tidak bisa menutupi pengeluaran bulanan, atau sulit membayar gaji. Ada kemungkinan toko akan ditutup. Untuk pencegahan, buat strategi untuk jalan keluarnya. Anda harus tahu kapan harus memangkas kerugian dan keluar dari bisnis Anda pada waktu yang tepat jika terus menerus merugi. Jika perlu, pastikan Anda bisa bertahan tanpa ada uang yang masuk. Periksa riwayat kredit Anda sebelum perlu mendekati bank untuk tambahan pinjaman. Memotivasi diri sendiriJika Anda membuka usaha sendiri, tidak ada orang yang akan memberi dorongan kepada Anda untuk bertahan atau gigih. Apakah kepribadian Anda cocok dengan pekerjaan Anda, Buat rencana tentang cara bertahan. Anda perlu percaya pada diri sendiri dan keterampilan-keterampilan Anda. Percaya Anda bisa sukses. Sadari bahwa Anda mungkin perlu terus menerus memotivasi diri sendiri. Salah perhitunganMungkin salah hitung biaya untuk kantor, waktu untuk menerima atau menyelesaikan keluhan konsumen. Atau kenaikan harga bahan pokok. Margin keuntungan Anda mendadak lebih ramping dari yang Anda harapkan. Biaya yang terselubung seperti kenaikan pajak, perbaikan tak terduga, biaya servis bank, bisa mempengaruhi gaji atau keuntungan Anda. Oleh karena itu, buatlah rencana di depan, Usahakan sangat cermat dan lakukan riset. Pastikan Anda punya cashflow yang membuat Anda punya biaya hidup selama beberapa bulan jika muncul masalah tak terduga. Harus bertanggungjawab pada orang lainKeputusan yang Anda buat akan mempengaruhi pegawai, mitra bisnis, pelanggan dan supplier. Anda perlu memperhatikan hal-hal kecil. Percaya pada instink. Pastikan membuat rencana yang bisa menutupi kelemahan. lalu gunakan sikap positif, semangat dan keahlian khusus Anda untuk menciptakan sukses bisnis. Sumber: startupbiz.com
|
| Last Updated on Friday, 03 June 2011 08:05 |
Pembayaran

Bank Mandiri
142-00-0482001-4
a/n Tubiyono QQ
Dinamika Unair.





